Selasa, 27 Agustus 2019
0 Sebuah sajak ilalang di Negri Tapis
Kau pandangi padang ilalang itu yang tak henti-hentinya
bergoyang sepanjang siang. Kau heran gerangan mengapa
mereka tak berdiam sejenak, mungkin meminum kopi
atau membaca koran pagi sebelum ia dibuang atau dijadikan
sampul buku anak-anak mereka. Kami bergoyang
justru karena koran. Dan kau yang bingung mengapa
kau justru dijadikan sampul buku anak-anak itu.
Kau menyeduh kopi itu di atas cangkir abu-abu. Melihat
mereka terus seperti itu membuatmu tak kuasa menahan
pilu. Kau ingin membujuk mereka sejenak tuk beristirahat
bersama dan berbincang tentang hal remeh yang ternyata
malah membuat mereka marah bukan kepalang. Dan kau
yang seduh kopi itu lagi dan mereka yang berbahagia kembali.
Alergi...
About the Author
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions. If you like it
Subscribe to Our Feed and Follow Me on Twitter
Twitter username




0 komentar:
Posting Komentar