Musik indie mengalun
dari kotak suara caffe bergaya eropa itu,
manusia satu itu tengah duduk
menikmati daging, keju, dan saus betabur wijen, sepertinya.
tak lupa. Bukan dalgona
tapi choco-latte apalah itu
sedang tangan kirinya
menggerakkan layar seluler genggamnya
tak lebih tak kurang.
betah saja
isinya ya itu-itu,
brand kekikian, merk
dagang, compass, gosip panas, selebgram hingga terbesit Kekeyi atau Dinda
Safay? Paling pol sih paid promote yang tak kunjung punah memenuhi ruang
timeline medsos sih. Iya gak nih. heheheh
Mungkin sedikit muak
dan membosankan namun masih saja ditontonnya sampai habis. Mungkin ada beberapa
notice bermanfaat yang setidaknya kita nanti-nanti atau cukup tahu saja.
Jadi apa namanya?
harus dengan istilah
kekinian rupanya untuk menjelaskan.
wagelasehhh
sesajen panglipur atau
nasihat tancap mang. Tak apa iri asalkan tidak terlalu kek(iri)an
"tak mengapalah
asal ada angin segar karena hidup juga perlu pencitraan" ujarnya sembari
berkata "hehehe"
seadil-adilnya
penilaian toh juga penilaian Tuhan.
Punten, Bapak-Ibu Dosen
juga ndak terlibat kok. eh santuy..
jadi teringat nilai IPK
nih.
yuk yuk cerita, bolehlah
mupung masih kuliah online nih.
gimana? baik saja kan?
Sampai kapan ya?
Kamu sedih? Ya pernahlah
semuanya juga begitu.
Tatanan berubah.
Betapa tidak?, saat ini kita memang seolah tidak memiliki gambaran tentang bagaimana hari-hari kita di depan akan seperti apa. Tidak hanya itu, kita pun sedang dipaksa akrab dengan berbagai ketidakpastian. Rasanya, semua serba tanda tanya, entah apa dan bagaimana jawabannya. Ada kelulusan yang entah ditunda sampai kapan. Ada sidang tugas akhir yang entah bagaimana bisa dikejar. Ada pekerjaan yang hilang, yang entah kapan penggantinya datang. ada agenda yang entah ditunda atau malah ditiadakan. menunggu pengganti yang tepat. Ada pula ketetapan-ketetapan lain yang kita tunggu, namun tak pernah ada yang pasti tentang kapankah ia akan datang. Apakah kamu sedang merasakannya? Hal apa yang kini sedang kamu tunggu dan sudah mulai meresahkanmu? Jalankan dulu apa-apa yang menurut kata hati pasti.
Kalau kita mengedepankan emosi dalam berpikir mengenai segala ketetapan takdir atas diri kita saat ini, mudah sekali kiranya bagi kita untuk setuju bahwa semua yang tak sesuai dengan apa yang pernah kita doakan, harapkan, dan rencanakan ini memang sebab wabah Chovid-19. namun setiap dari masing-masing individu, pasti memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam mengartikannya bukan?
Segala ketetapan takdir-Nya atas diri kita sudah ditetapkan-Nya dengan sempurna sedemikian rupa, bahkan sebelum kita terlahir ke dunia. Dalam hadist At-Thirmidzi bahkan disebutkan bahwa berkenaan dengan hal-hal seperti ini, pena telah diangkat dan tintanya pun telah mengering. Sudah menjadi bagian dari ketetapan takdir. Tanggal sidang, kelulusan, menikah, naik gaji, menerima pekerjaan baru, dst, semua sudah Allah tetapkan. Maka, tidak produktif kiranya jika kita saat ini sibuk menyalahkan Chovid-19 atau bahkan menyangkal takdir. Sebaliknya, hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah tetap menuggu dengan sabar dan tetap berupaya lagi, berdoa lagi. Iya berdoa. Allah tidak akan mendatangkan melainkan juga memberikan penawar.
Berbaik sangka atas segala yang sudah menjadi ketetapanNya. Sahabat Umar bin Khattab pun pernah berkata,
“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.”
“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.”
Kuat ya, lakukan apapun yang kamu bisa dan bermanfaat bagi sesama :)




0 komentar:
Posting Komentar