Di tepi batas kota
Tempat manusia memanjat doa
Kota Kembang, sejarah menyebutnya
Kuhantarkan rindu yang segenap mengusik jiwa
Ditanah orang tempatku berdiri
Tugasku bukan menjadi pemandu, bukan pula wisatawan
Canduku memang tak pernah pudar
Sekedar berjalan ditengah keriuhan bumi Pasundan, menyisakan setetes kenangan
Terngiang panorama Paris Van Java, kota melegenda
Hamparan perkebunan teh bersetubuh dengan musimnya
Bersama kabut menyelimuti bulir-bulir embun
Menyesap dingin hantarkan kebahagiaan
Sinar temaram terangi sudut angkringan
Menambah hangat pekatnya malam, kuning mematri layu berpendar
Lintang dilangit malu, menghantarkan rinduku yang bergelut syahdu
Baginya, Tataran Sunda adalah surga, yang didalamnya tercipta bait-bait nada
Berdenting segenap mengharu sukma
Siapa yang tak cinta?
Benteng Pasir Ipis masih menyisakan kisah lama
Disebelahnya taman kota, diruang-ruang pariwisata
Atau Gedung Sate yang menjadi saksi serangan pasukan Gurhaka
Yang tersimpan rapi melawan revolusi penjajah
Tatar Sunda ditegakkan semangat bara sejak dahulu kala,
Bandung Lautan Api hingga dentuman ranjau Belanda
Kota yang terus berbenah lari dari masa suram
Sementara duduk di emperan
Kuseduh kopi hitam perlahan-lahan,
Menyajikan sajak indah di jalan Pateur kini
Dalam kalbu yang tercipta rasa, yang terabadikan dalam memoar
Agar esok kenang selalu tercipta
Kala diri tak lagi bersua.
Bandung, 2018
Senin, 30 Maret 2020
About the Author
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions. If you like it
Subscribe to Our Feed and Follow Me on Twitter
Twitter username




0 komentar:
Posting Komentar