Tratapan Siti Hinggil
Garis hidup pada sekotak lahan, seperti celurit yang menikam.
Satu ayunan mencabik tanah, padi tumbuh menyemai ketika
dingin fajar masih membuta, dan abu masih pada tungku perapian.
Jerit jendela kamar yang berderit-derit, terdengar hingga ke ruang tengah.
Sesekali bunyi jangkrik bersahutan, menekuri langit-langit kehidupan.
Hari baru saja dimulai, ketika gubuk reyot beratap daun kelapa
dan panggrok bambu terpasang di beranda.
Wajah itu menengadah pada lukisan-lukisan Sang Khaliq.
Buih-buih kali mengalir dalam tubuhnya, hijau menggericik jiwa,
Bungker Kaliadem menjadi saksi, ketika sautan cucak rowo menari-nari.
Kelap-kelip lampu tintir akan meredup,
Seiring habisnya malam, memecah kesunyian
diantara bulan, langit, dan bayang-bayang segitiga,
ada kalanya satu hati terbolak-balikkan keadaan.
Adinda telah lenyap, menyatu dalam kawah ketakutan, tak kembali.
Sejarah telah mencatat kepergiannya, hingga tersisa hanya kerut wajah yang
terluka, bak api terburai dalam hati. Pak Tani bergeming.
Lantas pergi, rantang ditangan kiri, cangkul, dan tanah ia susuri.
Nun jauh di batas kota, kaki-kaki melangkah,
Sepasang mata anak sekolah membuncah, Menunjuk-nunjuk arah utara.
Kapas bergemul, bagai gula-gula putih,
Membumbung tinggi merajai angkasa raya
Kaliurang sedang meradang, suara Bun–bun berkentongan tanda,
desakan pada subduksi lempeng tektonik.
Babinsa berteriak dikejauhan, menatap cadas kekhawatiran
“Apakah siti hinggil marah kembali?”
Kapas–kapas indah bak bunga kol,
meluncur menikam yang dilaluinya, berlomba-lomba melibas, tanah-tanah karam
merah bercampur jingga, hingga udara terkunci rapat.
Lalu sengatan maut, seakan cemas bertemu Tuhanmu.
Bahkan sebelum burung hitam terbang mengudara, bertengger di atap rumah,
sirine peringatan telah diberitakan, namun tetap terabaikan,
hingga jiwa-jiwa itu, berubah menjadi abu, debu, tersapu panasnya
Wedhus Gembel dari mulut Gunung Merapi.
(Event Hunter Indonesia)
Senin, 09 Maret 2020
About the Author
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions. If you like it
Subscribe to Our Feed and Follow Me on Twitter
Twitter username




0 komentar:
Posting Komentar